Mengapa kita perlu memahami Laporan Keuangan?

4 Januari 2010 at 2:26 pm (Uncategorized)

Pada umumnya orang memperhatikan laporan keuangan untuk hal yang berkaitan dengan bisnis, namun sebetulnya laporan keuangan ini juga perlu kita pahami untuk mengelola keuangan rumah tangga. Mengapa? Agar kita bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan baik, dan kita bisa melihat perkembangan keuangan kita sejak awal menikah sampai sekarang, apa yang telah kita lakukan, apa telah sesuai dengan tujuan semula?

Namun laporan keuangan ini mau tak mau harus kita kelola dengan benar jika kita terjun ke dalam bisnis, agar kita memahami benar apakah bisnis yang kita jalankan sebetulnya menguntungkan. Dengan mempunyai beberapa periode laporan keuangan yang merupakan perkembangan bisnis kita, akan dapat dilihat bagaimana tingkat kesehatan perusahaan kita.

Laporan keuangan yang kita kenal, terdiri atas Laporan Laba-Rugi dan Neraca. Sebuah usaha perlu membuat laporan keuangan yang rutin, karena dari laporan keuangan ini akan dapat diketahui:
a.Informasi tentang perkembangan aktiva, kewajiban serta modal
b.Informasi tentang perubahan aktiva netto (aktiva-kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha untuk mendapatkan laba
c.Untuk memperkirakan potensi perusahaan menghasilkan laba
d.Informasi tentang perubahan aktiva dan kewajiban, serta aktivitas pembiayaan dan investasi.

Bagaimana cara menganalisis laporan keuangan?

Untuk mengetahui apakah keuangan suatu perusahaan sehat, maka dapat dilakukan melalui analisis, sebagai berikut: a) Analisis rasio, b) Analisis vertikal dan horizontal, c) Analisis sumber dan penggunaan dana.

a. Untuk memahami analisis rasio, kita mengenal lebih dulu apa yang dimaksud dengan rasio keuangan. Secara umum kita dapat membagi rasio keuangan menjadi lima golongan, sebagai berikut:
1.Rasio likuiditas, adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk kewajiban jangka panjang yang telah berubah menjadi kewajiban jangka pendek)
2.Rasio leverage, adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana perusahaan dibiayai oleh utang (dana pihak luar). Rasio ini juga menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (kreditor).
3.Rasio aktivitas, adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya
4.Rasio rentabilitas, adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan mencetak laba. Untuk para pemegang saham (pemilik perusahaan), rasio ini menunjukkan tingkat penghasilan mereka dalam investasi.
5.Rasio coverage, adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban kreditnya dengan sumber dana yang diperoleh dari bisnis.

b. Disamping analisis rasio, dalam menganalisis laporan keuangan juga diberikan beberapa teknik analisis lainnya, yaitu analisis vertikal dan analisis horizontal, yang biasa juga dikenal dengan analisis perbandingan (comparative analysis).

Pada analisis vertikal, kita menganalisis laporan keuangan untuk satu periode tertentu, dengan cara membandingkan pos yang satu dengan pos lainnya. Perbandingan tersebut dilakukan dengan menggunakan prosentase, dimana salah satu pos ditetapkan patokan 100%. Dalam menentukan analisis vertikal terhadap neraca, yang dijadikan patokan 100% umumnya adalah total aktiva (kewajiban + modal), pos lain diperbandingkan dengan pos total aktiva. Kadang-kadang juga dipergunakan aktiva lancar sebagai patokan, tergantung dari kepentingan yang ingin ditonjolkan.

Analisis vertikal terhadap neraca akan memberikan manfaat, sebagai berikut:
i.Peran dari masing-masing account terhadap total aktiva. Peran tersebut juga menunjukkan tingkat kepentingan dari masing-masing account
ii.Peran dari masing-masing pos pembiayaan (utang atau modal sendiri) dalam membiayai aktiva
iii.Memberikan indikasi mengena karakteristik bisnis yang bersangkutan. Misalkan pada bisnis konstruksi perumahan, dalam aktiva lancar akan terdapat pos rumah yang sedang dibangun, persediaan tanah, dan rumah siap jual. Ini akan membedakan dengan bangunan kantor dan peralatan yang ada pada aktiva tetap. Sedang pada industri manufaktur, pada persediaan, kemungkinan terdapat raw material, persediaan barang impor, barang dalam perjalanan, barang setengah jadi dan barang jadi. Dalam usaha manufaktur juga membutuhkan pabrik, gudang, mesin, sehingga aktiva tetap porsinya cukup besar. Hal ini berbeda dengan usaha jasa konsultan, yang aktiva tetapnya sedikit, dan lebih terkonsentrasi pada aktiva lancar.

Dengan membandingkan common size dari beberapa periode neraca kita dapat mengetahui perubahan peran dari masing-masing pos aktiva terhadap total aktiva. Atau perubahan masing-masing pos pembiayaan terhadap total sumber pembiayaan. Analisis rasio ini tak hanya dilakukan pada neraca, namun juga terhadap Laporan Laba Rugi. Dalam perbandingan ini, pos penjualan diberikan patokan 100 persen, dan semua pos yang lain diperbandingkan dengan penjualan bersih ini. Apabila kita mempunyai beberapa periode Laba-Rugi, maka akan terlihat bagaimana perkembangan prosentase biaya terhadap penjualan. Kemungkinan yang terjadi pada saat ini, dengan naiknya biaya, maka porsi Harga Pokok Penjualan (HPP) semakin naik. Demikian juga perbandingan antara Biaya Operasional dibanding dengan Pendapatan operasional (BOPO). Perusahaan akan mengurangi margin keuntungan agar tetap bertahan hidup pada persaingan ketat dan biaya yang makin tinggi.

Pada analisis horisontal, kita membandingkan pos neraca dan Laba-Rugi pada dua periode atau lebih. Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos selama jangka waktu tertentu. Sama seperti analisis vertikal, pada analisis horizontal juga dipergunakan prosentase sebagai alat pembanding untuk memperoleh bagaimana perkembangan sebuah usaha.

c. Analisis sumber dan penggunaan dana, dilakukan dengan menyusun Laporan Perubahan Posisi Kas (Cash Flow Statement), laporan yang menunjukkan perubahan kas selama dua periode, dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut, darimana sumber-sumber kas serta penggunaannya.

Dengan melakukan analisis sumber dan penggunaan dana, akan diketahui;
i)berapa besar kenaikan/penurunan pos-pos aktiva
ii)Mengetahui darimana dana diperoleh untuk membiayai kenaikan aktiva bila terjadi kenaikan aktiva, dan kemana larinya dana tersebut jika terjadi penurunan aktiva

Analisis sumber dan penggunaan dana dapat dilakukan dengan dua cara: i) Konsep kas, yaitu melihat perubahan-perubahan di luar kas, dan ii) Konsep Net working capital. Untuk konsep net working capital pernah saya bahas disini.

Sedangkan untuk analisis sumber dan penggunaan dana berdasarkan perubahan kas, maka dapat dilihat sbb:
Sumber dana berasal dari:
-Berkurangnya Aktiva Lancar selain Kas
-Berkurangnya Aktiva tetap
-Bertambahnya setiap jenis utang
-Bertambahnya modal
-Adanya keuntungan dari operasi perusahaan

Sedangkan penggunaan dana, terjadi bila:
-Bertambahnya Aktiva Lancar selain Kas
-Bertambahnya Aktiva Tetap
-Berkurangnya setiap jenis utang

Dengan melakukan analisis laporan keuangan menggunakan analisa rasio, analisis vertikal-horizontal, serta analisis sumber dan penggunaan dana, maka kita dapat melihat bagaimana perkembangan perusahaan tersebut. Hal ini perlu dilakukan, minimal tiga bulan sekali, bagi anda yang mempunyai usaha, sehingga anda dapat menilai dan mengetahui apakah perusahaan anda dalam kondisi sehat, apakah tidak terjadi kesalahan pendanaan, dan bila terjadi kekeliruan dapat segera dilakukan langkah antisipasi.

Sumber bacaan:
1.Jopie Jusuf. Analisis Kredit untuk Acccount Officer.Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 2008
2.Dari berbagai sumber bahan pelatihan dan pengalaman penulis di Lembaga Keuangan & Perbankan

Tulisan terkait:

http://edratna.wordpress.com/2007/09/21/perlukah-memahami-analisis-sumber-dan-penggunaan-dana/

http://edratna.wordpress.com/2007/12/13/mengapa-harus-selalu-memperhatikan-cash-flow

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: